Ada gak disini yang kalau belanja suka impulsif, gak bisa liat diskon, Liat barang yang lucu, yang murah, ambyar langsung isi dompet. Intinya beli karena ingin bukan butuh. Kalau ada, sini ngumpul baca buku ini, kita perbaiki cara belanja kita.
Judul: Beli Karena Butuh
Penulis: Andi Sri Wahyuni
Penerbit: Quanta
Genre: Motivasi Islam
Tebal: 145 hlm.
“Apakah kamu membeli karena murah saja atau memang butuh?”
Buku genre motivasi islam ini dibagi menjadi 4 bagian, yang didalamnya ada lagi beberapa bab lagi. Diantara pembahasannya ada mengenai saran untuk mengelola keuangan, terus ada juga bahas tentang apa aja sih godaan belanja yang harus kita jaga, kemudian bagaimana seharusnya kita memutuskan untuk membeli suatu barang, dan masih banyak lagi.
Btw, lewat buku ini, aku baru tau ternyata memiliki banyak barang bisa menyebabkan stress, terlebih kalau barang itu menumpuk di suatu ruangan dan berantakan banget. Dan semua itu, akibat terlalu banyak beli barang yang sebenarnya gak kita butuhin.
Satu hal yang terlintas setelah aku habis babat buku ini selama dua hari kurang, “Seharusnya aku baca buku ini sebelum pandemi.” Karena, tau sendirikan saat pandemic, semua yang serba online semakin didepan, bahkan untuk kegiatan belanja pun. Bisa COD, m-banking, belum lagi diskonan yang segudang. Dan finally, nafsu untuk belanja pun semakin besar ☹️
Nah, menurutku buku ini bisa mengimbangi atau mungkin lebih kaya kasih rambu-rambu kalau ingin beli sesuatu. “Kamu butuh apa ga tuh sama barangnya? Atau cuman keinginan semata?”
Aku suka sama gaya bahasanya yang bukan menggurui tapi lebih ke mengajak kita berpikir, intropeksi diri sendirilah. Selain itu, disetiap pembahasannya selalu dituliskan data, dan banyak banget referensi buku-buku yang dispill yang bisa menambah pengetahuan seputar ekonomi maupun shopping.
Btw, pembahasan yang paling melekat bagi aku sih, tentang konsep diskon sebuah perusahaan dan bagaimana hubungannya dengan sifat manusia yang tidak suka merasa kalah dan kehilangan. Jadi, seolah-olah kalau kita gak beli pas diskon tuh kayak rugi banget, padahal sebenarnya barang itu gak kita butuhkan, cuman karena berkedok “lebih baik menyesal karena beli daripada tidak” dan kedok “mumpung murah” tanpa pikir panjang keluar deh duitnya.
Ada yang kek gitu? Kalau iya, yu kita sama-sama perbaiki kebiasaan itu, ingat balik lagi ke pertanyaan kamu butuh ga sama barang itu atau cuman karena keinginan nafsu?
Ada beberapa part yang aku highlight:
*Membeli sesuatu, yang dilihat itu nilai pakainya bukan mereknya.
*Harus was-was sama diskon, jangan hanya karena berkedok “mumpung murah” semua dibeli. Ujung-ujungnya gak kepake, dan malah menumpuk diruangan kamar.
*Sebelum membeli barang ada tiga pertanyaan yang harus dijawab. “Apakah itu dibutuhkan? Apakah itu sudah ada dirumah? Apakah budgetnya sesuai dengan kantung?” Penjelasan lebih lengkapnya langsung cuss ke bukunya.
Makasih ka Sri Wahyuni udah nulis buku se worth it ini.
At the last, pembahasannya relate semua sama yang biasanya terjadi sama orang-orang terutama ciwi-ciwi. Buku ini aku rekomendasikan untuk siapa saja yang ingin mengubah kebiasaan belanja jelek yang dimiliki.
2 Komentar
Terima kasih reviewnya 💐
BalasHapusSama-sama kak ::) makasih udah mampir
BalasHapus